Kamis, 28 Desember 2017

INDUSTRI

    Industri adalah suatu usaha atau kegiatan pengolahan bahan mentah atau barang setengah jadi menjadi barang jadi barang jadi yang memiliki nilai tambah untuk mendapatkan keuntungan. Usaha perakitan atau assembling dan juga reparasi adalah bagian dari industri. Hasil industri tidak hanya berupa barang, tetapi juga dalam bentuk jasa.

A. Masalah Lingkungan Dalam Pembangunan Industri

   Dalam dunia industri tentunya membutuhkan teknologi untuk menjalankan industri tersebut. Teknologi memberikan kemajuan bagi industri baja, industri kapal laut, kereta api, mobil dan sebagainya. Namun penggunaan teknologi pada industri tentunya selain memberikan keuntungan tentunya juga menimbulkan dampak yang tidak baik bagi lingkungannya.

    Teknologi dapat berdampak baik seperti untuk meningkatkan hasil pertanian karena adanya bibit unggul, bermacam jenis pupuk yang bersifat suplemen, pestisida dan insektisida. Namun dibalik itu, teknologi dalam industri pertanian ini menghasilkan berbagai jenis racun yang berbahaya bagi manusia dan lingkungannya. Bahkan akibat rutinnya penggunaan berbagai jenis pestisida dan insektisida justru memperkuat daya tahan hama tanaman misalnya wereng dan kutu loncat.

   Contoh lain teknologi dalam industri dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi manusia karena dapat menyediakan berbagai kebutuhan seperti tabung gas kebakaran, alat-alat pendingin (kulkas dam AC), obat anti nyamuk yang praktis untuk diseprotkan, dan sebagainya. Bersamaan dengan hasil tersebut, ternyata CFC (Chlorofluorocarbon) dan tetra fluoro ethylene polymer yang digunakan justru menyebabkan menipisnya lapisan ozon di stratosfer.

   Masih banyak dampak dari masalah lingkungan yang ditimbulkan oleh pertumbuhan industri. Contoh lainnya dapat merusak hutan beserta habitat satwa. Selain itu dapat pula menyebabkan pencemaran di air, udara dan tanah. Semakin pesat pertumbuhan industri, maka dampak buruk dari industri tersebut terhadap lingkungan selalu mengancam.

B.  Keracunan Bahan Logam/Metaloid Pada Industrialisasi

     Tak sedikit pekerja yang bekerja pada bidang industri keracunan bahan berbaya yang terkandung selama proses industri. Pekerja yang bersentuhan langsung maupun yang tidak bersentuhan langsung dapat mengalami keracunan dari bahan industri tersebut. Salah satu jenis bahan beracun dalam industri yaitu bahan logam atau metaloid. Tidak hanya pekerjanya, masyarakat dan makhluk hidup sekitar lingkungan industri juga dapat keracunan bahan berbahaya karena bahan tersebut tak sengaja masuk ke tubuhnya.

    Pencemaran lingkungan oleh logam dapat terjadi apabila perusahaan industri tersebut tidak memperhatikan keselamatan lingkungan terutama saat membuang limbahnya. Logam-logam dengan kadar yang sangat tinggi dapat berbahaya apabila mencemari air, udara dan tanah.

     Contoh logam berat yang berbahaya adalah arsen yang dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal dan tergolong racun yang sangat kuat. Contoh lainnya adalah merkuri atau air raksa, yang biasa digunakan untuk pembuatan termometer. Dan ada juga bahan berbahaya bernama timbal yang sering menyebabkan keracunan.

    Apabila seseorang menghirup bahan berbahaya segeralah bawa ke lingkungan yang udaranya lebih bersih. Jika bahan berbahaya masuk ke dalam mata seseorang, maka bersihkan mata orang tersebut dengan air bersih yang mengalir secara terus menerus. Meminumkan orang yang keracunan bahan berbahaya industri juga merupakan pertolongan pertama untuk menetralisir. Dan terakhir bawalah ke klinik kesehatan.

C. Keracunan Bahan Organis Pada Industrialisasi

   Selain bahan non organik, ternyata bahan organik pun dapat berbahaya bagi manusia dan lingkungan. Contoh bahan organis yang beracun adalah metil alkohol, etil alkohol dan diol. Para pekerja dapat sangat mungkin mengalami keracunan akibat bahan-bahan tersebut. Keracunan dapat terjadi karena tak sengaja terminum, terhirup atau karena absorbsi kulit.

    Keracunan ringan ditandai dengan perasaan lelah, kepala sakit dan pengelihatan kabur. Sementara keracunan sedang ditandai dengan sakit kepala yang berat, mabuk muntah, serta depresi susunan syaraf pusat. Jika keracunan berat dapat mengakibatkan gangguan pernapasan, cyanosis, penurunan tekanan darah, koma bahkan kematian.

D. Perlindungan Masyarakat Sekitar Perusahaan Industri

    Masyarakat di sekitar perusahaan industri harus dilindungi dari pencemaran lingkungan baik itu di air, tanah ataupun udara yang dapat tercemar kapanpun oleh limbah industri. Yang paling utama adalah kesadaran dan kehati-hatian setiap individu agar tidak keracunan limbah industri. Ditambah setiap perusahaan industri harus memperhatikan kemungkinan adanya pencemaran lingkungan dan mencoba meminimalisirnya.

   Sebelum bahan-bahan keluar dari suatu industri harus diolah dahulu melalui proses pengolahan. Cara pengolahan ini tergantung dari bahan apa yang dikeluarkan. Bila gas atau uap beracun bisa dengan cara pembakaran atau dengan cara pencucian melalui peroses kimia sehingga uadara/uap yang keluar bebas dari bahan-bahan yang berbahaya. Untuk udara atau air buangan yang mengandung partikel/bahan-bahan beracun, bisa dengan cara pengendapan, penyaringan atau secara reaksi kimia sehingga bahan yang keluar tersebut menjadi bebas dari bahan-bahan yang berbahaya.

    Pemilihan cara ini pada umunya didasarkan atas faktor-faktor:
1)    Bahaya tidaknya bahan-bahan buangan tersebut.
2)    Besarnya biaya agar secara ekonomi tidak merugikan.
3)    Derajat efektifnya cara yang dipakai.
4)    Kondisi lingkungan setempat.

E.  Analisis Dampak Lingkungan

    AMDAL ( Analisis Mengenai Dampak Lingkungan ) dalam Peraturan Pemerintah NO 27 Tahun 1999 memiliki pengertian yaitu kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan  pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan di Indonesia.

    AMDAL ini dibuat saat perencanaan suatu proyek yang diperkirakan akan memberikan pengaruh terhadap lingkungan hidup di sekitarnya. Yang dimaksud lingkungan hidup di sini adalah aspek abiotik, biotik dan kultural. Dasar hukum AMDAL di Indonesia adalah Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 2012 tentang “Izin Lingkungan Hidup” yang merupakan pengganti PP 27 Tahun 1999 tentang Amdal. 

   Secara umum AMDAL mempunyai tujuan yaitu untuk menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup serta menekan pencemaran sehingga dampak negatifnya menjadi serendah mungkin. Sementara fungsinya adalah:
  • Bahan bagi perencanaan pembangunan wilayah
  • Membantu proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan hidup dari rencana usaha dan atau kegiatan
  • Memberi masukan untuk penyusunan disain rinci teknis dari rencana usaha dan atau kegiatan
  • Memberi masukan untuk penyusunan rencana pengelola dan pemantauan lingkungan hidup
  • Memberi informasi bagi masyarakat atas dampak ditimbulkan dari suatu rencana usaha dann atau kegiatan
  • Awal dari rekomendasi tentang izin usaha
  • Sebagai Scientific Document dan Legal Document
  • Izin Kelayakan Lingkungan
  • Menunjukkan tempat pembangunan yang layak pada suatu wilayah beserta pengaruhnya
  • Sebagai masukan dengan pertimbangan yang lebih luas bagi perencanaan dan pengambilan keputusan sejak awal dan arahan atau pedoman bagi pelaksanaan rencana kegiatan pembangunan termasuk rencana pengelolaan lingkungan dan rencana pemantauan
F.  Pembangunan Industri, Pertumbuhan Ekonomi dan Lingkungan

   Pembangunan industri menimbulkan dampak positif dan negatif untuk masyarakat maupun lingkungan. Semakin pesatnya pembangunan industri maka makin baik juga pertumbuhan ekonomi masyarakatnya. Dengan banyaknya perusahaan industri yang bergerak di segala bidang, lapangan pekerjaan pun makin banyak yang tercipta, karena sudah tentu industri membutuhkan sumber daya manusia untuk menjalankannya. Hasil dari industri pun dapat menghasilkan untuk wilayah atau bahkan negara.

   Namun dibalik itu semua, pertumbuhan energi akan berdampak buruk bagi masyarakat dan lingkungan. Jika perusahaan industri mengabaikan kemungkinan pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh proses perusahaannya, maka masyarakat dan lingkungan sekitarlah yang jadi korbannya. Bahkan jika perusahaan tidak mementingkan kesehatan pekerjanya, kasus pekerja keracunan bahan berbahaya pada insutri akan marak terjadi.

   Oleh karena itu, pertumbuhan industri harus dibarengi dengan kesadaran setiap individu di dalamnya agar tidak berdampak buruk bagi sekitar. Para pelaku industri harus sadar dan peduli dengan lingkungan di sekitarnya dan mengolah terlebih dahulu limbah industri sebelum dikeluarkan agar tidak tercemar. Jika sudah begitu, pembangunan industri berjalan dengan baik yang akan menyebabkan pertumbuhan ekonomi juga berjalan baik tanpa harus merusak lingkungan.




Referensi:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar