II. TEORI
A. Landasan
Pertambahan Penduduk di Indonesia
Pertumbuhan
penduduk adalah perubahan penduduk yang dipengaruhi oleh faktor kelahiran,
kematian, dan perpindahan penduduk (migrasi). Pertumbuhan penduduk terdiri atas
dua macam, yaitu sebagai berikut:
1. Pertumbuhan penduduk alami, yaitu pertumbuhan penduduk yang dipengaruhi
oleh kelahiran dan kematian.
2. Pertumbuhan penduduk total, yaitu pertumbuhan penduduk yang dipengaruhi
oleh kelahiran, kematian, imigrasi, dan emigrasi.
Faktor-faktor
yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk terdiri dari 2 faktor yaitu kelahiran
dan kematian. Berikut merupakan faktor yang memepengaruhi pertumbuhan penduduk
1. Kelahiran (natalitas/fertilitas): Kelahiran adalah kemampuan seorang wanita
melahirkan yang tercermin dalam jumlah bayi yang dilahirkan. Angka kelahiran
ialah rata-rata banyaknya bayi yang lahir dari tiap 1.000 orang penduduk dalam
satu tahun. Angka kelahiran dibagi menjadi dua, yaitu:
·
Angka kelahiran kasar: Angka kelahiran kasar adalah jumlah tiap kelahiran
1.000 orang penduduk pada suatu daerah dalam waktu satu tahun.
·
Angka kelahiran khusus: Angka kelahiran khusus adalah angka yang
menunjukkan banyaknya kelahiran hidup dari 1.000 wanita usia tertentu dalam
waktu satu tahun. Yang dimaksud usia tertentu, misalnya: pada usia 20-24 tahun,
25-29 tahun, 30-39 tahun, dan seterusnya.
2. Kematian (mortalitas): Angka kematian adalah jumlah kematian setiap seribu
penduduk setiap tahun.
·
Angka kematian kasar: Angka kematian kasar adalah angka yang menunjukkan
jumlah kematian setiap 1.000 penduduk per tahun. Berikut ini penggolongan
kematian kasar, yaitu:
1) Angka kematian rendah, jika angka kematian kurang dari 10.
2) Angka kematian sedang, jika angka kematian antara 10 – 20.
3) Angka kematian tinggi, jika angka kematian lebih dari 20.
4) Angka
kematian khusus : Angka kematian khusus adalah rata-rata banyaknya orang yang
meninggal dari tiap 1.000 orang penduduk per tahun.
Tingkat
pertumbuhan populasi Indonesia antara tahun 2000 dan 2010 adalah sekitar 1.49
persen per tahun. Pertumbuhan tertinggi terjadi di propinsi Papua (5.46
persen), sementara pertumbuhan populasi terendah terjadi di propinsi Jawa
Tengah (0.37 persen). Program Keluarga Berencana (KB) dikoordinasi oleh
institusi pemerintah, yaitu Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
(BKKBN). Program KB dimulai pada tahun 1968 semasa pemerintahan presiden
Suharto dan sampai saat ini masih diteruskan oleh presiden2 penerusnya. Program
ini adalah strategi penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia karena
pertumbuhan populasi yang rendah akan menyebabkan tingkat PDB per kapita yang
lebih tinggi, yang juga akan meningkatkan pendapatan, tabungan, investasi serta
menurunkan tingkat kemiskinan.
Menurut proyeksi yang
dilakukan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan menilik populasi absolut
Indonesia di masa depan, maka negeri ini akan memiliki penduduk lebih dari 270
juta jiwa pada tahun 2025, lebih dari 285 juta jiwa pada tahun 2035 dan 290
juta jiwa pada tahun 2045. Baru setelah 2050 populasi Indonesia akan berkurang.
Menurut proyeksi PBB pada tahun 2050 dua pertiga populasi Indonesia akan
tinggal di wilayah perkotaan. Sejak 40 tahun yang lalu Indonesia sedang
mengalami sebuah proses urbanisasi yang pesat makanya sekarang sekitar separuh
dari jumlah total penduduk Indonesia tinggal di wilayah perkotaan. Proses ini
menunjukkan perkembangan positif bagi perekenomian Indonesia karena urbanisasi
dan industrialisasi akan membuat pertumbuhan ekonomi lebih maju dan menjadikan
Indonesia negeri dengan tingkat pendapatan menengah ke atas.
A.
Pertambahan Penduduk dan Lingkungan
pemukiman
Lingkungan pemukiman adalah tempat atau dimana semua warga
menempati
dan menjadikan sebagai tempat tinggal,tempat usaha atau sebagai sumber usaha
dan sebagainya. Lingkungan pemukinman akan menjadi baik atau lebih buruk
tergantung pada pengelolaan yang menempati wilayah tersebut.
Perkembangan suatu kota yang semakin pesat dapat memacu juga kepadatan
suatu daerah. Hal ini disebabkan karena beragamnya kebutuhan hidup masyarakat
perkotaan dan adanya upaya untuk memberi kemudahan dalam memenuhi kebutuhan
manusia tersebut. Pertumbuhan penduduk yang semakin besar sebagai akibat dari
perkembangan pada aktivitas kota dan proses industrialisasi terutama di
beberapa kota di Indonesia yang mengakibatkan banyak berkembangnya kawasan
komersial. Berkembangnya suatu kota pasti akan diikuti oleh pertambahan jumlah
penduduk. Salah satu permasalahan yang muncul seiring dengan perkembangan suatu
kota adalah masalah perumahan dan pemukiman. Menurut Bintarto (Pos Kota edisi
Juni, 2012) pemukiman menempati areal paling luas dalam pemanfaatan ruang, mengalami
perkembangan yang selaras dengan perkembangan penduduk dan mempunyai pola-pola
tertentu yang menciptakan bentuk dan struktur suatu kota yang berbeda dengan
kota lainnya. Perkembangan permukiman pada bagian-bagian kota tidaklah sama,
tergantung pada karakteristik kehidupan musyarakat, potensial sumber daya
kesempatan kerja yang tersedia, kondisi fisik alami serta fasilitas kota yang
terutama berkaitan dengan infrastruktur. Kemajuan dan perkembangan suatu kota
tidak terlepas dari pembentuk kota. Pembentuk tersebut meliputi sosial budaya,
ekonomi, pemukiman, kependudukan, sarana dan prasarana serta transportasi.
Jika adanya peningkatan jumlah penduduk akan menyebabkan terjadinya
peningkatan kegiatan sosial-ekonomi, juga peningkatan kebutuhan pelayanan, dan
akan terjadi peningkatan prasarana. Maka dengan semakin banyaknya jumlah
penduduk yang bertempat tinggal dalam suatu wilayah yang sama dan melakukan
kegiatan yang sama pula akan menimbulkan suatu masalah. Keadaan ini sangat
kelihatan dari kondisi kepadatan pemukiman tersebut dimana tampak terjadi
meningkatnya ketersediaan infrastruktur.
Pertambahan penduduk hanya pada satu kota jika tidak diatasi akan
mengakibatkan menumpuknya jumlah penduduk yang tidak merata. Hal tersebut akan
berhubungan dengan lingkungan pemukiman, karena jika terjadinya penumpukan
penduduk hanya pada satu kota saja ini akan menimbulnya jumlah penduduk yang
semakin padat dan terutama pada tempat tinggal pemukiman. Pemukiman yang
ditempati oleh banyaknya penduduk pada satu kota atau daerah tertentu ini akan
menimbulkan masalah terutama pada lingkungan. Maka Peran infrastruktur
dalam pengembangan perumahan dan permukiman dinilai sangat penting, karena
infrastruktur merupakan syarat mutlak bagi terciptanya lingkungan permukiman yang
sehat, aman, harmonis dan berkelanjutan. Persoalan infrastruktur tersebut
timbul karena bertambahnya penduduk pemukiman, peningkatan pendapatan,
peningkatan pemilikan kendaraan dan dibangunnya fasilitas di kawasan komersial
di sekitar kota. Dampak yang sangat pasti terjadi adalah meningkatnya
kebutuhan infrastruktur, yang kemudian karena kejenuhannya menimbulkan tidak
optimalnya pelayanan sarana dan prasarana. Untuk menciptakan suatu lingkungan
pemukiman yang baik maka diperlukan infratruktur pemukiman dan fasilitas umum
pemukiman. Adapun yang dimaksud dengan infrastruktur pemukiman ialah jalan
lokal, saluran drainase, pengadaan air bersih, pembuangan air kotor,
persampahan, listrik dan telepon.
B. Pertmbuhan
Penduduk di Lingkungan Pengetahuan
Lingkungan pemukiman adalah tempat atau dimana
semua warga menempati dan menjadikan sebagai tempat tinggal,tempat usaha atau
sebagai sumber usaha dan sebagainya. Lingkungan pemukinman akan menjadi baik
atau lebih buruk tergantung pada pengelolaan yang menempati wilayah tersebut.
Perkembangan
suatu kota yang semakin pesat dapat memacu juga kepadatan suatu daerah. Hal ini
disebabkan karena beragamnya kebutuhan hidup masyarakat perkotaan dan adanya
upaya untuk memberi kemudahan dalam memenuhi kebutuhan manusia tersebut.
Pertumbuhan penduduk yang semakin besar sebagai akibat dari perkembangan pada
aktivitas kota dan proses industrialisasi terutama di beberapa kota di
Indonesia yang mengakibatkan banyak berkembangnya kawasan komersial.
Berkembangnya suatu kota pasti akan diikuti oleh pertambahan jumlah penduduk.
Salah satu permasalahan yang muncul seiring dengan perkembangan suatu kota
adalah masalah perumahan dan pemukiman. Menurut Bintarto (Pos Kota edisi Juni,
2012) pemukiman menempati areal paling luas dalam pemanfaatan ruang, mengalami
perkembangan yang selaras dengan perkembangan penduduk dan mempunyai pola-pola
tertentu yang menciptakan bentuk dan struktur suatu kota yang berbeda dengan
kota lainnya. Perkembangan permukiman pada bagian-bagian kota tidaklah sama,
tergantung pada karakteristik kehidupan musyarakat, potensial sumber daya
kesempatan kerja yang tersedia, kondisi fisik alami serta fasilitas kota yang
terutama berkaitan dengan infrastruktur. Kemajuan dan perkembangan suatu kota
tidak terlepas dari pembentuk kota. Pembentuk tersebut meliputi sosial budaya,
ekonomi, pemukiman, kependudukan, sarana dan prasarana serta transportasi.
C.
Jika adanya peningkatan jumlah penduduk akan menyebabkan terjadinya
peningkatan kegiatan sosial-ekonomi, juga peningkatan kebutuhan pelayanan, dan
akan terjadi peningkatan prasarana. Maka dengan semakin banyaknya jumlah
penduduk yang bertempat tinggal dalam suatu wilayah yang sama dan melakukan
kegiatan yang sama pula akan menimbulkan suatu masalah. Keadaan ini sangat
kelihatan dari kondisi kepadatan pemukiman tersebut dimana tampak terjadi
meningkatnya ketersediaan infrastruktur.
D.
Pertambahan penduduk hanya pada satu kota jika tidak diatasi akan
mengakibatkan menumpuknya jumlah penduduk yang tidak merata. Hal tersebut akan
berhubungan dengan lingkungan pemukiman, karena jika terjadinya penumpukan
penduduk hanya pada satu kota saja ini akan menimbulnya jumlah penduduk yang
semakin padat dan terutama pada tempat tinggal pemukiman. Pemukiman yang
ditempati oleh banyaknya penduduk pada satu kota atau daerah tertentu ini akan
menimbulkan masalah terutama pada lingkungan. Maka Peran infrastruktur
dalam pengembangan perumahan dan permukiman dinilai sangat penting, karena
infrastruktur merupakan syarat mutlak bagi terciptanya lingkungan permukiman
yang sehat, aman, harmonis dan berkelanjutan. Persoalan infrastruktur tersebut
timbul karena bertambahnya penduduk pemukiman, peningkatan pendapatan,
peningkatan pemilikan kendaraan dan dibangunnya fasilitas di kawasan komersial
di sekitar kota. Dampak yang sangat pasti terjadi adalah meningkatnya
kebutuhan infrastruktur, yang kemudian karena kejenuhannya menimbulkan tidak
optimalnya pelayanan sarana dan prasarana. Untuk menciptakan suatu lingkungan
pemukiman yang baik maka diperlukan infratruktur pemukiman dan fasilitas umum
pemukiman. Adapun yang dimaksud dengan infrastruktur pemukiman ialah jalan
lokal, saluran drainase, pengadaan air bersih, pembuangan air kotor,
persampahan, listrik dan telepon.
E.
Pertumbuhan Penduduk dan Penyakit yang Berkaitan
dengan Lingkungan Hidup
Wilayah kawasan kumuh menurut Bank Dunia (1999) merupakan bagian yang
terabaikan dalam pembangunan perkotaan. Hal ini ditunjukkan dengan kondisi
sosial demografis di kawasan kumuh seperti kepadatan penduduk yang tinggi,
kondisi lingkungan yang tidak layak huni dan tidak memenuhi syarat serta
minimnya fasilitas pendidikan, kesehatan dan sarana prasarana sosial budaya.
Tumbuhnya kawasan kumuh terjadi karena tidak terbendungnya arus urbanisasi. Di
saat banjir, lingkungan yang kumuh sering terjangkit penyakit seperti: malaria,
demam berdarah, gatal –gatal, penyakit kulit, dan sebagainya. Di karenakan pada
saat banjir, selokan – selokan yang ada di permukiman kumuh tersumbat oleh
sampah yang mereka buang sendiri dan tata ruang kota yang kurang baik.
Selain itu banyaknya wilayah hijau di perkotaan sekarang beralih fungsi
sebagai bangunan – bangunan pencakar langit, mal – mal yang banyak. Sehingga
daya serap air di wilayah perkotaan sangat sedikit. Dengan sedikitnya air yang
di serap di wilayah tersebut maka terjadilah genangan air yang semakin lama
semakin membesar dengan terjadinya hujan. Dengan terjadinya bencana banjir,
maka datang lagi bencana selanjutnya yaitu penyakit yang menjadi wabah paling
ampuh saat banjir. Banyaknya wabah penyakit yang di jangkit oleh masyarakat
saat banjir, itu semua sangat menggangu kesehatan masyarakat. Karena air banjir
membawa berbagai macam penyakit yang sebagian besar di sebarkan oleh tikus dan
nyamuk. Oleh sebab itu, Langkah-langkah strategis yang perlu dilakukan untuk
penataan lingkungan permukiman kumuh adalah:
1. Lebih mengefektifkan penertiban administrasi kependudukan bekerja sama
dengan perangkat desa yang mewilayahi permukiman kumuh di Kota Denpasar.
2. Penataan kembali lingkungan dengan penyediaan kamar mandi dan jamban umum,
program sanimas dan pengelolaan sampah swadaya di permukiman kumuh.
3.
Peningkatan
perilaku hidup sehat masyarakat
4. Sosialisasi kebijakan pemerintah kota terkait dengan program penataan kembali permukiman kumuh perlu lebih digalakkan dengan melibatkan kelompok
masyarakat di permukiman kumuh.
5. Perlu dilakukan studi lanjutan untuk menggali informasi yang lebih luas
terkait dengan penataan kembali lingkungan permukiman kumuh.
F.
Pertambahan Penduduk dan Kelaparan
Pertumbuhan penduduk adalah perubahan suatu wilayah yang dikarenakan
bertambahnya angka kelahiran maupun berkurangnya jumlah penduduk yang
dikarenakan angka kematian bertambah,perpindahan penduduk dari suatu daerah ke
daerah lain atau ke tempat lain seperti migrasi,transmigrasi dab sebagainya.
Jumlah penduduk disuatu wilayah saat ini sangat mencemaskan selain bertambahnya
jumlah penduduk maka semakin sempit pula bagi mereka yang untuk mendapatka
lapangan pekerjaan ataupun untuk mencari mata pencarian mereka untuk menjalani
kebutuhan hidup,karena dapat menimbulkan angka kelaparan di bangsa ini akan
bertambah yang disebabkan masalah tadi seperti sulitnya untuk berusaha
mendapatkan kerja untuk mencukupi kebutuhan hidup karena semaki padatnya
penduduk maka semakin sempit pula peluang mereka untuk mendapatkan kebutuhan
yang mereka inginkan.
Dari masalah tersebut maka angka kematian pun semakin bertambah,dan bisa
merepotkan para pemerintah untuk menyensus penduduk yang bertempat
tinggal,walaupun pemerintah sudah mencanangkan program untuk keluarga yang
berencana tetapi sulit untuk bagi kita menjalankan perintah tersebut
dikarenakan masalah ekonomi dan kebutuhan yang mendesak.
Maka dari itu semoga pemerintah bisa lebih tegas lagi untuk menjalankan
program tersebut di antaranya mencegah orang untuk bermigrasi,karena dengan
migrasi banyak orang yang menganggur dan menyusahkan pemerintah untuk menyensus
selain itu para migrasi yang tidak bekerja hanya menjadi pengemis jalanan yang
menyebabkan kepadatan penduduk yang sia – sia dan menyebabkan banyak orang yang
kelaparan yang bisa mengakibatkan kematian.
G.
Pertumbuhan Penduduk dan Tingkat Pendidikan
Pertumbuhan penduduk adalah perubahan jumlah penduduk di suatu wilayah
tertentu pada waktu tertentu dibandingkan waktu sebelumnya. Misalnya
pertumbuhan penduduk Indonesia dari tahun 1995 ke tahun 2000 adalah perubahan
jumlah penduduk Indonesia dari tahun 1995 sampai 2000. Selain merupakan sasaran
pembangunan, penduduk juga merupakan pelaku pembangunan. Maka kualitas penduduk
yang tinggi akan lebih menunjang laju pembangunan ekonomi. Usaha yang dapat dilakukan
adalah meningkatkan kualitas penduduk melalui fasilitas pendidikan, perluasan
lapangan pekerjaan dan penundaan usia kawin pertama. Menurut Kuncoro (1997:169)
menjelaskan bahwa ada tiga alasan mengapa pertumbuhan penduduk yang tinggi akan
menghambat pembangunan : Meningkatkan konsumsi saat ini dan investasi yang
dibutuhkan untuk membuat konsumsi dimasa yang akan datang. Rendahnya sumber
daya perkapita akan menyebabkan penduduk tumbuh lebih cepat yang pada
gilirannya membuat investasi dalam kualitas manusia semakin sulit. Fakta
menunjukkan aspek kunci dalam pembangunan adalah penduduk yang semakin terampil
dan berpendidikan. Di banyak negara dimana penduduknya masih amat bergantung
dengan sektor pertanian, pertumbuhan penduduk mengancam keseimbangan sumberdaya
alam karena pertumbuhan penduduk memperlambat perpindahan penduduk dari
struktur pertanian modern dan pekerja modern lainnya. Pertumbuhan penduduk yang
cepat membuat semakin sulit melakukan perubahan yang dibutuhkan untuk
meningkatkan perubahan ekonomi dan sosial. Secara nasional, laju pertumbuhan
penduduk relatif masih cepat walaupun ada kecenderungan menurun. pertumbuhan
penduduk sangat berguna untuk memprediksi jumlah penduduk di suatu wilayah atau
negara dimasa yang akan datang. Dengan diketahuinya jumlah penduduk yang akan
datang, diketahui pula kebutuhan dasar penduduk ini, tidak hanya di bidang
sosial dan ekonomi tetapi juga di bidang politik misalnya mengenai jumlah
pemilih untuk pemilu yang akan datang. Tetapi prediksi jumlah penduduk dengan cara
seperti ini belum dapat menunjukkan karakteristik penduduk dimasa yang akan
datang. Untuk itu diperlukan proyeksi penduduk menurut umur dan jenis kelamin
yang membutuhkan data yang lebih rinci yakni mengenai tren fertilitas,
mortalitas dan migrasi.
H.
Pertumbuhan Penduduk dan Penyakit yang Berkaitan
dengan Lingkungan Hidup.
Dalam dalam masalah ini maka penduduk tidak aka jauh
dengan masalah kesehatan atau penyakit yang melanda penduduk
tersebut,dikarenakan lingkungan yang kurang terawat ataupun pemukiman yang
kumuh,seperti limbah pabrik,selokan yang tidak terawat yang menyebabkan segala
penyakit akan melanda para penghuni wilayah tersebut yang mengakibatkan kematian
dan terjadi pengurangan jumlah penduduk.
Untuk menjamin kesehatan bagi semua orang di
lingkunan yang sehat, perlu jauh lebih banyak daripada hanya penggunaan
teknologi medikal, atau usaha sendiri dalam semua sektor kesehatan.
Usaha-usaha secara terintegrasi dari semua
sektor, termasuk organisasi-organisasi, individu-individu, dan masyarakat,
diperlukan untuk pengembangan pembangunan sosio-ekonomi yang berkelanjutan dan
manusiawi, menjamin dasar lingkungan hidup dalam menyelesaikan masalah-masalah
kesehatan.
Seperti semua makhluk hidup, manusia juga
bergantung pada lingkungannya untuk memenuhi keperluan-keperluan kesehatan dan
kelangsungan hidup. Kesehatanlah yang rugi
apabila lingkungan tidak lagi memenuhi kebutuhan-kebutuhan manusia akan
makanan, air, sanitasi, dan tempat perlindungan yang cukup dan aman- karena
kurangnya sumber-sumber atau distribusi yang tidak merata.
Kesehatanlah yang rugi apabila orang-orang
menghadapi unsur-unsur lingkungan yang tidak ramah- seperti binatang-binatang
mikro, bahan-bahan beracun, musuh bersenjata atau supir-supir yang mabuk.
Kesehatan manusia adalah keperluan dasar untuk
pembangunan berkelanjutan. Tanpa kesehatan, manusia tidak dapat membangun apa
pun, tidak dapat menentang kemiskinan, atau melestarikan lingkungan hidupnya.
Sebaliknya, pelestarian lingkungan hidup merupakan hal pokok untuk
kesejahteraan manusia dan proses pembangunan. Lingkungan yang sehat
menghasilkan masyarakat yang sehat, sebaliknya lingkungan yang tidak sehat
menyebabkan banyak penyakit
·
Kemampuan manusia
untuk mengubah atau memoditifikasi kualitas lingkungannya tergantung sekali
pada taraf sosial budayanya. Masyarakat yang masih primitif hanya mampu membuka
hutan secukupnya untuk memberi perlindungan pada masyarakat. Sebaliknya,
masyarakat yang sudah maju sosial budayanya dapat mengubah lingkungan hidup
sampai taraf yang irreversible. Prilaku masyarakat ini menentukan gaya hidup
tersendiri yang akan menciptakan lingkungan yang sesuai dengan yang
diinginkannya mengakibatkan timbulnya penyakit juga sesuai
dengan prilakunya tadi. Dengan demikian eratlah hubungan antara kesehatan
dengan sumber daya social ekonomi. WHO menyatakan “Kesehatan adalah suatu
keadaan sehat yang utuh secara fisik, mental dan sosial serta bukan hanya
merupakan bebas dari penyakit”.Dalam Undang Undang No. 9 Tahun 1960 tentang
Pokok-Pokok Kesehatan. Dalam Bab 1,Pasal 2 dinyatakan bahwa “Kesehatan adalah
meliputi kesehatan badan (somatik),rohani (jiwa) dan sosial dan bukan hanya
deadaan yang bebas dari penyakit, cacat dan kelemahan”. Definisi ini memberi
arti yang sangat luas pada kata kesehatan. Keadaan kesehatan lingkungan di
Indonesia masih merupakan hal yang perlu mendapaat perhatian, karena
menyebabkan status kesehatan masyarakat berubah seperti: Peledakan
penduduk, penyediaan air bersih, pengolalaan sampah,pembuangan air limbah
penggunaan pestisida, masalah gizi, masalah pemukiman, pelayanan
kesehatan, ketersediaan obat, populasi udara, abrasi pantai,penggundulan hutan
dan banyak lagi permasalahan yang dapat menimbulkan satu model penyakit.
Jumlah penduduk yang sangat besar 19.000 juta harus benar-benar ditangani masalah.pemukiman sangat penting diperhatikan. Pada saat ini pembangunan di sektor perumahan sangat berkembang, karena kebutuhan yang utama bagi masyarakat. Perumahan juga harus memenuhi syarat bagi kesehatan baik ditinjau dari segi bangungan, drainase, pengadaan air bersih, pentagonal sampah domestik uang dapat menimbulkan penyakit infeksi dan ventilasi untuk pembangunan asap dapur. Indonesia saat ini mengalami transisi dapat terlihat dari perombakan struktur ekonomi menuju ekonomi industri, pertambahan jumlah penduduk, urbanisasi yang meningkatkan jumlahnya, maka berubahlah beberapa indikator kesehatan seperti penurunan angka kematian ibu, meningkatnya angka harapan hidup ( 63 tahun ) dan status gizi. Jumlah penduduk terus bertambah, cara bercocok tanam tradisional tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan hidup masyarakat. Dengan kemampuan daya pikir manusia, maka manusia mulai menemukan mesin-mesin yang dapat bekerja lebih cepat dan efisien si dari tenaga manusia.
Jumlah penduduk yang sangat besar 19.000 juta harus benar-benar ditangani masalah.pemukiman sangat penting diperhatikan. Pada saat ini pembangunan di sektor perumahan sangat berkembang, karena kebutuhan yang utama bagi masyarakat. Perumahan juga harus memenuhi syarat bagi kesehatan baik ditinjau dari segi bangungan, drainase, pengadaan air bersih, pentagonal sampah domestik uang dapat menimbulkan penyakit infeksi dan ventilasi untuk pembangunan asap dapur. Indonesia saat ini mengalami transisi dapat terlihat dari perombakan struktur ekonomi menuju ekonomi industri, pertambahan jumlah penduduk, urbanisasi yang meningkatkan jumlahnya, maka berubahlah beberapa indikator kesehatan seperti penurunan angka kematian ibu, meningkatnya angka harapan hidup ( 63 tahun ) dan status gizi. Jumlah penduduk terus bertambah, cara bercocok tanam tradisional tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan hidup masyarakat. Dengan kemampuan daya pikir manusia, maka manusia mulai menemukan mesin-mesin yang dapat bekerja lebih cepat dan efisien si dari tenaga manusia.
I.
Pertumbuhan Penduduk dan Kelaparan
Dengan terciptanya pertumbuhan penduduk yang sangat pesat, maka pekerjaan
pun sulit dicari. Pengangguran akan menimpa masyarakat yang tidak bisa bersaing
di dunia pekerjaan. Akibatnya lagi, efek dari pengangguran tadi adalah
timbulnya bencana kelaparan. Karena tidak bekerja berarti tidak mempunyai uang
untuk makan dan hingga munculah bencana kelaparan.
J. Kemiskinan dan Keterlambatan
Kemiskinan
dan Keterbelakangan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi
kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan
kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan
dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan
merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif
dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif,
dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan,dll.
Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya mencakup:
·
Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan
sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti
ini dipsdfgeggahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan
dasar.
·
Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial,
ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal
ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan
dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan
tidak dibatasi pada bidang ekonomi.
·
Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna
"memadai" di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik
dan ekonomi di seluruh dunia.
Kemiskinan bisa dikelompokan
dalam dua kategori , yaitu Kemiskinan absolut dan Kemiskinan relatif. Kemiskinan
absolut mengacu pada satu set standard yang konsisten , tidak terpengaruh oleh
waktu dan tempat / negara. Sebuah contoh dari pengukuran absolut adalah
persentase dari populasi yang makan dibawah jumlah yg cukup menopang kebutuhan
tubuh manusia (kira kira 2000-2500 kalori per hari untuk laki laki dewasa).
Bank Dunia mendefinisikan
Kemiskinan absolut sebagai hidup dg pendapatan dibawah USD $1/hari dan
Kemiskinan menengah untuk pendapatan dibawah $2 per hari, dg batasan ini maka
diperkiraan pada 2001 1,1 miliar orang didunia mengonsumsi kurang dari $1/hari
dan 2,7 miliar orang didunia mengonsumsi kurang dari $2/hari."[1] Proporsi
penduduk negara berkembang yang hidup dalam Kemiskinan ekstrem telah turun dari
28% pada 1990 menjadi 21% pada 2001.[1] Melihat pada periode 1981-2001,
persentase dari penduduk dunia yang hidup dibawah garis kemiskinan $1
dolar/hari telah berkurang separuh. Tetapi , nilai dari $1 juga mengalami
penurunan dalam kurun waktu tersebut.
Meskipun kemiskinan yang paling
parah terdapat di dunia bekembang, ada bukti tentang kehadiran kemiskinan di
setiap region. Di negara-negara maju, kondisi ini menghadirkan kaum tuna wisma
yang berkelana ke sana kemari dan daerah pinggiran kota dan ghetto yang miskin.
Kemiskinan dapat dilihat sebagai kondisi kolektif masyarakat miskin, atau
kelompok orang-orang miskin, dan dalam pengertian ini keseluruhan negara
kadang-kadang dianggap miskin. Untuk menghindari stigma ini, negara-negara ini
biasanya disebut sebagai negara berkembang.
Kemiskinan banyak dihubungkan
dengan:
·
Apenyebab individual, atau patologis, yang
melihat kemiskinan sebagai akibat dari perilaku, pilihan, atau kemampuan dari
si miskin;
·
penyebab keluarga, yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan keluarga;
·
penyebab sub-budaya (subcultural), yang menghubungkan kemiskinan dengan
kehidupan sehari-hari, dipelajari atau dijalankan dalam lingkungan sekitar;
·
penyebab agensi, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari aksi orang
lain, termasuk perang, pemerintah, dan ekonomi;
·
penyebab struktural, yang memberikan alasan bahwa kemiskinan merupakan
hasil dari struktur sosial.
Meskipun diterima luas bahwa
kemiskinan dan pengangguran adalah sebagai akibat dari kemalasan, namun di
Amerika Serikat (negara terkaya per kapita di dunia) misalnya memiliki jutaan
masyarakat yang diistilahkan sebagai pekerja miskin; yaitu, orang yang tidak
sejahtera atau rencana bantuan publik, namun masih gagal melewati atas garis
kemiskinan.
Tanggapan utama terhadap
kemiskinan adalah:
·
Bantuan kemiskinan, atau membantu secara langsung kepada orang miskin. Ini
telah menjadi bagian pendekatan dari masyarakat Eropa sejak zaman pertengahan.
·
Bantuan terhadap keadaan individu. Banyak macam kebijakan yang dijalankan
untuk mengubah situasi orang miskin berdasarkan perorangan, termasuk hukuman,
pendidikan, kerja sosial, pencarian kerja, dan lain-lain.
·
Persiapan bagi yang lemah. Daripada memberikan bantuan secara langsung
kepada orang miskin, banyak negara sejahtera menyediakan bantuan untuk orang
yang dikategorikan sebagai orang yang lebih mungkin miskin, seperti orang tua
atau orang dengan ketidakmampuan, atau keadaan yang membuat orang miskin,
seperti kebutuhan akan perawatan kesehatan.
http://next-timexxxx.blogspot.co.id/2010/08/pertumbuhan-penduduk-dan-tingkat.html