Kamis, 27 Oktober 2016

Jumlah Penduduk

Assalamualaikum wr.wb

Sebelum kita masuk ke judul sebagai inti dari tulisan ini, kita perlu mengetahui dulu apa sih penduduk itu. Dan seberapa besar pengaruh sedikit banyaknya jumlah penduduk di suatu daerah.

Penduduk adalah orang-orang yang berada di suatu wilayah yang terikat oleh aturan-aturan yang berlaku dan salinng berinteraksi satu sama lain secara terus menerus. Atau jika dalam sosiologi, penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu.

Setelah mengetahui pengertian penduduk, mari kita membahas tentang jumlah penduduk.

A. Jumlah Penduduk Dunia
 Jumlah penduduk dunia per tamggal 1 Juli 2015 adalah sekitar 7.324.782.225 jiwa atau bertambah 1,1182% dari tahun sebelumnya. Data ini berdasarkan hasil laporan Divisi Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Bayangkan, ada 7 miliyar lebih manusia yang hidup di bumi ini pada tahun 2015 dan mungkin sudah bertambah pada 2016 ini.

Benua Asia menjadi penyumbang terbanyak jumlah penduduk dunia dengan 4 miliyar lebih jiwa atau menyumbang sebesar 59,86%. Wajarlah jika benua Asia menjadi penyumbang terbanyak untuk urusan jumlah penduduk, karena dalam 20 besar negara yang memiliki jumlah penduduk terbanyak di dunia saja ada 8 negara yang termasuk kawasan Asia.

Cina adalah negara nomor satu di dunia dalam hal jumlah penduduk. Pada 27 Oktober 2016, Cina memiliki sekitar 1.379.530.000 jiwa penduduk. Negara ini menyumbang sebesar 18,8% dari jumlah penduduk dunia. Lalu ditempat kedua ada India yang memiliki sekitar 1.296.830.000 jiwa penduduk atau menyumbang 17,6% jumlah penduduk dunia. Kemudian di sisa posisi 5 besar berturut-turut ada Amerika Serikat, Indonesia dan Brazil.

Setelah berbicara tentang jumlah penduduk dunia, marilah kita menyempit dan fokus membahas jumlah penduduk di Indonesia, negara kita tercinta ini.

B. Jumlah Penduduk Indonesia
Penduduk menurut Badan Pusat Statistik (BPS) adalah semua orang yang berdomisili di wilayah geografis Negar Republik Indonesia selama 6 bulan atau lebih dan atau mereka yang berdomisili kurang dari 6 bulan tetapi bertujuan untuk menetap.
BPS melaporkan berdasarkan sensus tahun 2015, jumlah penduduk Indonesia mencapai 254,9 juta jiwa. Dari data tersebut penduduk laki-laki sebanyak 128,1 juta jiwa sementara penduduk perempuan berjumlah 126,8 juta jiwa.

Ternyata dari jumlah tersebut, jumlah penduduk di wilayah pedesaan mencapai 128,5 juta jiwa, jumlah ini lebih banyak daripada wilayah perkotaan yang memiliki 126,3 juta jiwa. Pulau Jawa menjadi pulau yang paling terbanyak jumlah penduduk dengan presentase mencapai 57,49%. Sementara berdasarkan kota, jumlah penduduk dan kepadatan penduduk tertinggi masih dipegang oleh Ibukota Negara tercinta ini, yaitu kota Jakarta dengan jumlah penduduk sekitar 9.586.705 jiwa.

C. Penyebab Meningkatnya Jumlah Penduduk di Indonesia
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi peningkatan jumlah penduduk, khususnya di Indonesia, yaitu:
1. Penurunan tingkat kematian
Kematian adalah faktor untuk menghambat pertumbuhan penduduk. Jika tingkat kematian menurun, maka jumlah penduduk terus bertambah

2. Kenaikan tingkat kelahiran
Berlawanan dengan tingkat kematian, tingkat kelahiran adalah faktor meningkatnya jumlah penduduk. Semakin tinggi tingkat kelahiran, maka pertumbuhan penduduk akan semakin tinggi.

3. Iklim dan tempat strategis
Iklim di suatu daerah yang nyaman dan tempat yang strategis akan menarik orang untuk memilih daerah tersebut untuk ditinggali.

4. Anak merupakan penentu status sosial
Orang tua kebanyakan berpikiran bahwa jika memiliki anak maka anak itu akan jadi penentu status sosial di masa mendatang. Tak jarang banyak orang tua yang memiliki banyak anak dengan harapan agar status sosial di masa mendatang lebih baik karena anaknya tersebut.

5. Program KB yang tidak sesuai rencana
Dengan dicanangkan program Keluarga Berencana (KB) diharapkan dapat menekan laju pertumbuhan jumlah penduduk. Tetapi jika program itu berjalan tak sesuai rencana, harapan untuk mengurangi pertumbuhan penduduk akan terganggu.

6. Migrasi
 Migrasi adalah perpindahan penduduk dari satu wilayah ke wilayah lain. Dengan adanya migrasi ini, dapat membuat laju pertumbuhan meningkat seiring orang yang melakukan migrasi.
 
7. Anggapan "Banyak anak banyak rezeki"
Orang tua zaman dulu sering berkata "banyak anak banyak rezeki", dan anggapan itu tak sedikit dipercayai bahkan hingga saat ini. Dan oleh karena itu, anggapan ini dapat membuat laju pertumbuhan penduduk menjadi tinggi.

D. Dampak Sedikit Banyaknya Jumlah Penduduk
Jumlah penduduk yang banyak di suatu wilayah tentunya akan memberikan dampak bagi kehidupan dan kesejahteraan mereka. Dan pasti ada dampak negatif dan positifnya.

Berikut adalah dampak positif banyaknya jumlah penduduk:
1. Tingkat pengangguran yang tinggi
Dengan banyaknya jumlah penduduk di suatu wilayah, tentu jumlah pencari kerja dengan penyedia lapangan kerja tidak akan sebanding jumlahnya. Oleh karena itu, pengangguran akan meningkat karena tidak semua orang mendapat pekerjaan.

2. Meningkatnya angka kemiskinan
Melihat dampak dari nomor 1, pengangguran yang tinggi akan menyebabkan angka kemiskinan yang tinggi pula karena orang yang menganggur tidak mempunyai penghasilan.

3. Rendahnya kesempatan pendidikan
Karena angka pengangguran dan kemiskinan yang tinggi, tak semua orang dapat mengenyam pendidikan.

4. Sulitnya mencari lahan kosong
Pertumbuhan penduduk yang tinggi akan menyebabkan banyaknya pemukiman penduduk yang membuat sulit atau bahkan tidak ada lahan untuk pertanian, hutan dan daerah hijau. Banyaknya pemukiman juga menyebabkan banyaknya semen dan beton sehingga air tidak dapat meresap dengan baik.

5. Polusi dan limbah semakin banyak
Banyaknya penduduk akan membuat kendaraan bermotor dan pabrik yang berdiri akan makin banyak jumlahnya. Dan hal itu akan menyebabkan polusi udara dan polusi air oleh limbah akan makin banyak.

Dan masih ada lagi dampak negatif lainnya dari pertumbuhan jumlah penduduk.

Sementara itu, meskipun banyak dampak negatifnya, bukan berarti pertumbuhan jumlah penduduk tidak memiliki dampak positif. Dengan banyaknya jumlah penduduk maka jumlah tenaga kerja yang tersedia sangatlah banyak. Pertumbuhan penduduk yang tinggi juga dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi suatu daerah.

Banyaknya jumlah penduduk juga menyebabkan  kebutuhan akan pangan, sandang dan papan sehingga jumlah dan jenis usaha lokal meningkat. Inovasi penduduk juga meningkat karena penduduk dituntut untuk memenuhi kebutuhannya.

E. Penanggulangan Pertumbuhan Jumlah Penduduk dan Masalah Sosialnya
Pertumbuhan jumlah penduduk tidak bisa kita biarkan begitu saja. Hal itu dapat membuat masalah sosial yang lebih banyak lagi kedepannya jika tidak ditanggulangi secara benar. Pemerintah wajib menggalakkan program KB jika ingin menekan jumlah penduduk agar tidak bertambah secara besar-besaran. Sosialisasi ke daerah-daerah juga harus dilakukan agar masyarakat mengetahui pentingnya program KB untuk masyarakat itu sendiri.
Pengadaan lahan untuk masyarakat agar dapat bercocok tanam atau bertani dan untuk menciptakan daerah hijau resapan air untuk mencegah banjir. Memperbanyak rumah susun juga dapat dilakukan karena tidak dapat dipungkiri banyak bangunan liar di lahan yang bukan tempatnya yang selain mengganggu pemandangan juga menimbulkan masalah sosial.

Melakukan migrasi secara merata juga dapat dilakukan agar tidak semuanya bermigrasi ke satu daerah saja dan terjadi penumpukan penduduk di satu wilayah. Dan untuk menanggulangi masalah sosial berupa angka kemiskinan dan pengangguran, pemerintah harus menciptakan lapangan pekerjaan yang banyak untuk penduduk di suatu daerah agar jumlah penduduk dan lapangan pekerjaan setara.

Jadi kesimpulannya, pertumbuhan jumlah penduduk akan menimbulkan masalah sosial di masyarakat jika tidak dibarengi dengan fasilitas dan program dari pemerintah yang mengimbangi pertumbuhan jumlah penduduk itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar